Monday, 23 November 2015

mati rasa

Jijik,
mereka menatapku jijik.
Hina,
aku menatap dia hina.
Apa salahku?

Mimpi;
Cuma sepotong kata.
Hancur,
tak berbekas.
Bahkan debu punya bekas.

Sampah,
dia sampah.
Orang pun tabu menatapnya.
Pahit,
aku hidup dengan sampah.

Tikus datang lagi.
Entah sudah berapa banyaknya.
Tak lama,
mereka parasit.
Menumpang pada sampah.

Birahi.
Atas nama birahi tikus datang.
Semakin banyak,
semakin bau,
semakin panas.

Pergi.
Bapak pergi tak pulang.
Dipanggil oleh Tuannya.
Sedang aku dengan sampah.
Dia jahat,
munafik;
Pembohong!

Hijau;
Atapku hijau.
Sampah membuatnya hijau.
Sayur,
aku butuh sayur.

Aku.
Sekarat.
Sampah membuatku sesak.
Pilu kemudian mati,
layu kemudian gugur.


Jum'at, 23 Oktober 2015. 12:03. Ruang 1 Kolese Gonzaga | Dibuat dalam rangka mengikuti ulangan Bahasa Indonesia membuat puisi beraliran Determinisme dengan syarat 8 bait yang berisi 5 barisan pada setiap baitnya.